KALIANDANPOST- Harapan besar kini disandarkan masyarakat Kecamatan Ketapang di pundak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan. Setelah proses hibah lahan tuntas dilakukan oleh warga, kini masyarakat mulai menagih komitmen pemerintah daerah untuk segera merealisasikan pembangunan Masjid Agung Bangunrejo yang telah lama dinantikan.
Langkah awal pembangunan ini sebenarnya telah dimulai dengan kunjungan kerja tim gabungan dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lampung Selatan ke Desa Bangunrejo, Kecamatan Ketapang, pada Senin (13/1/2025) lalu.
Kepala Bidang Aset BPKAD Lampung Selatan, Joni Maryanto, menegaskan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk memverifikasi lokasi lahan guna memastikan tidak ada kendala administratif di kemudian hari.
“Menindaklanjuti aspirasi warga, kami melakukan peninjauan lapangan mengenai lokasi lahan pembangunan masjid agung tersebut. BPKAD bertugas memastikan legalitas aset tanah yang dihibahkan, sementara Bappeda akan merancang perencanaan fisik bangunannya,” ujar Joni.
Di balik rencana infrastruktur ini, terdapat pengorbanan besar dari empat warga Desa Bangunrejo, yakni Ibu Gusminah, Ibu Ruyanti, Ibu Yulinawati, dan Bapak Ponidi, yang secara ikhlas menghibahkan tanah mereka kepada pemerintah demi kepentingan umat.
Bapak Ponidi, salah satu pemberi hibah (wakif), mengungkapkan bahwa alasan mendasar hibah ini adalah kondisi masjid yang ada saat ini sudah tidak mampu lagi menampung jemaah, terutama saat salat Jumat dan hari besar Islam.
“Kami menghibahkan tanah ini karena masjid yang ada di Bangunrejo sudah kurang memadai. Kami berharap besar kepada Pemerintah Daerah agar pembangunan Masjid Agung Ketapang ini segera terwujud,” tegas Ponidi.
Senada dengan itu, Ibu Ruyanti menekankan aspek urgensi waktu. “Saya harap segera dibangun, demi masa depan masyarakat Desa Bangunrejo,” tuturnya singkat namun penuh makna.
Kepala Desa Bangunrejo, Rohgiyanto, bersama Camat Ketapang, Sri Mahendra Kesuma Dewi, menyatakan akan terus mengawal proses administrasi hingga pembangunan fisik dimulai. Rohgiyanto menyebut kehadiran masjid ini adalah mimpi besar warganya.
“Kami ingin harapan dari kami terkait hibah tanah ini dapat terealisasi dengan baik oleh Pemda. Kami akan memfasilitasi segala kebutuhan administrasi agar prosesnya lancar,” kata Rohgiyanto.
Setelah tahap verifikasi dokumen dan peninjauan teknis ini selesai, bola kini berada di tangan Pemkab Lampung Selatan. Masyarakat kini menanti langkah nyata pemerintah untuk memasukkan rencana pembangunan Masjid Agung Ketapang ke dalam prioritas anggaran pembangunan daerah tahun mendatang.
Dukungan penuh dari tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat menjadi sinyal kuat bahwa warga satu suara. Mereka kini menunggu janji tersebut berdiri kokoh sebagai ikon baru spiritualitas dan gotong royong di Kecamatan Ketapang.(red)









