KALIANDAPOST.COM– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan kembali melakukan penyegaran organisasi melalui rotasi dan mutasi besar-besaran. Sebanyak 56 pejabat, yang terdiri dari 12 pejabat administrator dan 44 pejabat pengawas, resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya pada Rabu (15/4/2026).
Ada yang berbeda pada prosesi kali ini. Pelantikan yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Lampung Selatan, Supriyanto, tidak digelar di aula perkantoran, melainkan di kawasan wisata Pemandian Air Panas Way Belerang, Kalianda. Pemilihan lokasi outdoor ini disebut-sebut sarat akan pesan simbolik terkait arah pembangunan daerah ke depan.
Dalam arahannya, Supriyanto menegaskan bahwa pemilihan lokasi ini merupakan pengingat bagi para pejabat bahwa kekayaan alam daerah adalah modal utama pembangunan yang harus dijaga dengan kinerja nyata. Ia menyoroti sektor pariwisata Lampung Selatan yang menunjukkan tren positif dengan peningkatan kunjungan sebesar 5,6 persen sepanjang tahun 2025.
“Tempat ini adalah bukti nyata potensi besar yang kita miliki. Namun pertanyaannya, ketika dulu ramai, seharusnya bisa lebih ramai lagi. Ketika sudah dikenal, seharusnya menjadi lebih baik. Ini yang harus kita jawab bersama,” tegas Supriyanto di hadapan para pejabat yang dilantik.
Bukan Sekadar Seremoni Administratif Sekda menekankan bahwa rotasi ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan upaya strategis untuk mendorong percepatan kinerja di setiap perangkat daerah. Ia mengingatkan dengan tegas bahwa jabatan baru yang diemban para pejabat tersebut bukanlah sebuah “hadiah”.
“Jabatan ini adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan dengan integritas. Kepercayaan diberikan karena saudara dinilai mampu bekerja cepat. Maka, harus dibayar dengan kinerja yang terukur dan berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.
Filosofi Kepemimpinan Alam Menariknya, Supriyanto juga menyelipkan pesan filosofis yang terinspirasi dari alam lokasi pelantikan. Ia mengajak para pejabat untuk mengadopsi prinsip yang kokoh laksana gunung, memberikan pelayanan yang mengalir seperti air, dan menjadi pemimpin yang meneduhkan layaknya pepohonan.
Di tengah tingginya ekspektasi masyarakat dan isu lingkungan yang krusial, Sekda meminta jajarannya untuk lebih proaktif dan tidak sekadar menunggu perintah. Inovasi serta inisiatif menjadi kunci utama agar birokrasi Lampung Selatan tetap produktif dan adaptif.
“Mari kita bekerja dengan hati, menghadirkan inovasi, dan membangun kolaborasi yang kuat demi terwujudnya Lampung Selatan yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum bagi para pejabat administrator dan pengawas yang baru untuk langsung tancap gas menjalankan program kerja di instansi masing-masing. (lis)









