KALIANDAPOST.COM– Ratusan kiai, santri, dan pengikut thoriqoh memadati kompleks Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin, Universitas Islam Annur, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan. Kehadiran mereka guna menghadiri prosesi sakral pelantikan Idaroh Wustho (tingkat provinsi) dan Idaroh Syu’biyyah (tingkat kabupaten/kota) Jamiyah Ahlith Thoriqoh Al Mutabaroh An-Nadhliyah (JATMAN) Provinsi Lampung periode 2025-2030.
Acara pengukuhan pengurus organisasi di bawah naungan Nahdlatul Ulama yang berfokus pada bidang tasawuf dan thoriqoh ini berlangsung khidmat. Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Lampung Selatan, perwakilan Idaroh Aliyah (Pusat), serta sejumlah tokoh ulama kharismatik di Lampung.
Menjaga Tradisi Spiritualitas
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Lampung Selatan memberikan apresiasi tinggi atas terpilihnya Jati Agung sebagai lokasi pelantikan. Ia menekankan bahwa JATMAN memiliki peran strategis sebagai “benteng batin” masyarakat di tengah arus modernitas yang kian kencang.
“Pemerintah daerah berharap JATMAN dapat terus bersinergi, memberikan kesejukan spiritual bagi warga, serta mendukung program pembangunan melalui pembinaan akhlak. Spiritualitas yang kuat adalah modal utama kemajuan daerah,” ujar Wakil Bupati di hadapan para pengurus yang dilantik.
Pusat Pendidikan dan Thoriqoh
Pemilihan Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin di lingkungan Universitas Islam Annur (UNAN) sebagai lokasi acara bukanlah tanpa alasan. Lokasi ini merupakan representasi penggabungan antara pendidikan tinggi Islam dan amaliah thoriqoh, yang diharapkan mampu mencetak generasi intelektual yang memiliki kedalaman spiritual.
Ketua Idaroh Wustho JATMAN Lampung yang baru dikukuhkan menegaskan komitmennya untuk segera melakukan konsolidasi hingga ke tingkat ranting di seluruh Lampung. “Tugas kita adalah membumikan nilai-nilai thoriqoh yang moderat (wasathiyah) dan memastikan JATMAN menjadi rumah yang nyaman bagi para pencari kebenaran spiritual di Tanah Lada,” tuturnya.
Harapan Pasca Pelantikan
Prosesi pelantikan ini diakhiri dengan tausiyah dan doa bersama untuk keselamatan bangsa. Warga NU di Lampung menaruh harapan besar agar kepengurusan baru ini mampu menghidupkan majelis-majelis dzikir dan pengajian thoriqoh yang inklusif, sehingga mampu menangkal paham-paham radikalisme yang mengancam persatuan.
Dengan dikukuhkannya kepengurusan JATMAN ini, diharapkan koordinasi antara ulama thoriqoh dan pemerintah dapat berjalan lebih harmonis demi mewujudkan masyarakat Lampung yang religius dan sejahtera.









