Ada Dugaan Malpraktik di Klinik Kalianda Sehat

Korban bernama Darmi (53) diduga setelah datang dan diberi obat oleh dokter di KKS, justru badannya bengkak, kesakitan, dan pingsan. Pihak KKS dikonfirmasi keluarga langsung berkata, bukan obat kami.

- Jurnalis

Selasa, 28 April 2026 - 22:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemilik, dokter, dan staf di Klinik Kalianda Sehat ketika pose bersama. Ist/KaliandaPost

Pemilik, dokter, dan staf di Klinik Kalianda Sehat ketika pose bersama. Ist/KaliandaPost

KALIANDAPOST.COM- KALIANDA (26 April 2026) – Di balik menterengnya pajangan sertifikat Akreditasi Paripurna yang diraih dari 2023-2028, Klinik Kalianda Sehat kini tengah diguncang prahara hukum yang serius.

Sebuah kasus dugaan kelalaian medis yang menimpa Sudarmi, warga Dusun Umbul Tempe, mencuat ke publik dan mengancam reputasi klinik yang beralamat di Jalan Raden Intan tersebut.

Keluarga korban, yang diwakili oleh Vera selaku keponakan, membeberkan fakta memilukan itu.

 

Sertifikat Klinik Kalianda Sehat yang berpredikat Paripurna itu dipajang di dinding dan lini medsos/KaliandaPost.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, Sudarmi (53) awalnya datang berobat dalam keadaan stabil. Namun, setelah mendapatkan penanganan dan mengonsumsi obat dari dokter di Klinik Kalianda Sehat, kondisinya justru berubah drastis menjadi mengerikan.

 

 

“Seluruh tubuhnya membengkak parah, ia merasakan nyeri yang luar biasa hebat, bahkan sampai pingsan, tak sadarkan diri,” ungkap Vera dengan nada geram.

Vera menegaskan bahwa kejadian ini bukanlah kebetulan, melainkan akibat langsung dari tindakan medis yang diterima di klinik tersebut. Ia menyebut hal ini sebagai bentuk pengabaian keselamatan dan pelecehan terhadap nyawa manusia.

Sikap Dokter Dinilai Tidak Bertanggung Jawab

Kekecewaan keluarga semakin memuncak ketika meminta klarifikasi dari pihak klinik. Alih-alih mendapatkan penjelasan medis yang komprehensif, dokter yang menangani justru dinilai bersikap enteng.

Baca Juga :  Santri Ponpes Ushuludin Tertimpa Tower Air

“Bukan dari obat kami penyebabnya,” ujar sang dokter sebagaimana ditirukan oleh pihak keluarga. Pernyataan ini dianggap sebagai upaya melepaskan tanggung jawab secara sepihak yang melanggar kode etik kedokteran dan hukum yang berlaku.

Menanggapi sikap klinik yang dinilai defensif, keluarga korban resmi menunjuk Advokat Amron, sebagai kuasa hukum untuk menempuh jalur hukum.

“Kami siap tempuh jalur hukum sampai titik akhir. Seluruh bukti dan dasar hukum sudah lengkap. Siapapun yang bersalah, baik pribadi maupun lembaga, wajib mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan pengadilan. Tidak ada tempat bersembunyi,” tegas Advokat Amron.

Pihak keluarga juga mengeluarkan peringatan keras kepada pihak-pihak luar yang dianggap tidak memahami duduk perkara sebenarnya. “Bagi yang tidak tahu urusan sebenarnya, Segera berhenti ikut campur. Jangan mencoba memutarbalikkan fakta atau melindungi pihak bersalah. Hukum akan menjerat siapa saja yang menghalangi keadilan,” tegas Vera.

Baca Juga :  Exploring the Nutritional Benefits of Fruits in a Healthy and Balanced Diet

Kasus ini menjadi sorotan tajam bagi masyarakat Lampung Selatan. Di satu sisi, Klinik Kalianda Sehat dikenal sebagai fasilitas kesehatan yang strategis dan menerima pasien BPJS. Namun, insiden yang menimpa Ibu Sudarmi menjadi tamparan keras bagi klaim “Pelayanan Terbaik” dan “Akreditasi Paripurna” yang selama ini dipromosikan.

Diketahui, Klinik Kalianda Sehat sudah memiliki sertifikat akreditasi dengan predikat “PARIPURNA” dari Kementerian Kesehatan RI dan ditanda tangani oleh Dirjen Pelayanan Kesehatan, dr. Azhar Jaya, SH.,S.Km., MARS dan Ketua Lembaga Akreditasi Prima Husada, dr Purwanto, Sp.PK(K).

Konfirmasi ke Klinik Kalianda Sehat, redaksi KaliandaPost mencoba menghubungi staf, Fauziah Citra Wardani, namun semua pihak dari KKS belum ada yang merespon. Hanya ada akun WA tanpa konfirmasi yang menyatakan singkat.

“Tak usah ditanggapi LSM abal-abal dan orang bikin-bikin.”

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kejelasan apakah pesan itu terkait dengan upaya klarifikasi redaksi atau tidak. Sebab, pesan yang dikirim kemudian tidak terbaca. (red)

Berita Terkait

PDIP Tega Menumbalkan dan Jebak Kadernya Sendiri
Santri Ponpes Ushuludin Tertimpa Tower Air
Kapolres Pimpin Sertijab Kasatreskrim, Kasatlantas, dan Kapolsek Katibung
Hiburan OT sampai Larut Malam Bisa Dipidana
Korban Perkosaan yang juga Tetangga Wabup itu Terus Mencari Keadilan
Elit Partai Gerindra Sukses Rebut PMI Lamsel
Membedah Ilusi Kinerja dalam RKPD Lamsel 2026
Libur Nataru, Dinkes Lamsel Siapkan 11 Posko Medis 24 Jam

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 22:27 WIB

Ada Dugaan Malpraktik di Klinik Kalianda Sehat

Kamis, 5 Februari 2026 - 21:06 WIB

PDIP Tega Menumbalkan dan Jebak Kadernya Sendiri

Sabtu, 31 Januari 2026 - 12:07 WIB

Santri Ponpes Ushuludin Tertimpa Tower Air

Jumat, 30 Januari 2026 - 11:38 WIB

Kapolres Pimpin Sertijab Kasatreskrim, Kasatlantas, dan Kapolsek Katibung

Minggu, 25 Januari 2026 - 01:19 WIB

Hiburan OT sampai Larut Malam Bisa Dipidana

Berita Terbaru

Pemilik, dokter, dan staf di Klinik Kalianda Sehat ketika pose bersama. Ist/KaliandaPost

Hukum dan Kriminal

Ada Dugaan Malpraktik di Klinik Kalianda Sehat

Selasa, 28 Apr 2026 - 22:27 WIB

Pemerintahan

12 Pejabat Administrator dan 44 Pejabat Pengawas Lamsel Dilantik

Rabu, 15 Apr 2026 - 17:42 WIB

Pemerintahan

Setahun Memimpin Lamsel Egi-Syaiful Didemo Mahasiswa

Selasa, 24 Feb 2026 - 11:14 WIB

Ekonomi dan UMKM

Bupati Egi Paparkan Agroeduwisata di Desa Trimomukti

Senin, 16 Feb 2026 - 20:52 WIB

Daerah

Gelar Lomba Desa Helau Berhadian Infrastruktur

Kamis, 12 Feb 2026 - 08:16 WIB